Dari Bikini ke Nilai yang Lebih Dalam
Pada tahun 2015, Miss World Organization secara resmi menghapus kompetisi pakaian renang dari format penilaian mereka. Keputusan ini menandai perubahan paradigma besar dalam dunia kontes kecantikan internasional.
Sejarah Kompetisi Pakaian Renang
Ironisnya, Miss World lahir sebagai "Festival Bikini Contest" pada 1951. Namun protes dari kalangan religius segera memaksa perubahan ke pakaian renang yang lebih sopan. Pada 1976, gaun malam menggantikan pakaian renang untuk upacara penobatan.
Kompetisi Beach Beauty tetap dipertahankan dari 2003 hingga 2015, meskipun semakin mendapat kritik dari berbagai negara konservatif. Di Miss World 2013 di Bali, semua kontestan mengenakan pakaian renang satu potong dengan sarung tradisional sebagai kompromi.
Alasan Penghapusan
Julia Morley menjelaskan bahwa penghapusan ini sejalan dengan visi Beauty with a Purpose. Miss World ingin dinilai berdasarkan kecerdasan, bakat, dan dampak sosial kontestan, bukan semata-mata penampilan fisik.
Keputusan ini juga memungkinkan lebih banyak negara dengan nilai-nilai konservatif untuk berpartisipasi tanpa hambatan budaya.
Dampak Positif
Penghapusan ini membuat Miss World lebih inklusif dan dihormati. Kontestan kini dinilai secara lebih holistik, dan program BWAP mendapat sorotan lebih besar sebagai pembeda utama Miss World dari ajang kecantikan lainnya.